Demak - Tingginya curah hujan di wilayah Kabupaten Demak, membuat sejumlah pihak merasa kawatir. Hal ini tentu dikarenakan wilayah Kabupaten Demak merupakan salah satu wilayah langganan banjir.

 

Sama halnya yang dirasakan Komandan Kodim 0716/Demak Letkol Arh Mohamad Ufiz. Dirinya memerintahkan seluruh Babinsanya untuk selalu memantau wilayah desa binaan, terlebih desa-desa yang rawan terjadi bencana alam, baik banjir maupun tanah longsor.

 

Dirinya menyampaikan bahwa dalam mengantisipasi resiko bencana alam di musim penghujan tahun ini, dirinya sudah memerintahkan seluruh jajaran untuk mendata dan mengecek kondisi wilayah binaan masing-masing.

 

“Saya sudah memerintahkan seluruh jajaran untuk memetakan titik mana saja yang rawan bencal. Sehingga apabila benar-benar terjadi, kita sudah tahu dan dapat segera mengambil langkah evakuasi. Semoga saja wilayah kita ini tetap aman dan terhindar dari bencana alam,” ungkap Dandim, Jumat (19/12/2020).

 

Sementara itu, salah satu bentuk apresiasi perintah Dandim, Babinsa Trimulyo Koramil 10/Guntur Kodim 0716/Demak Sertu Amin Solikin melaksanak pemantauan perkembangan ketinggian debet air sungai di Dukuh Puyang dan Dukuh Nglekok Desa Trimulyo, kecamatan Guntur.

 

Menurutnya, ketinggian air saat ini mencapai 1 meter dibawah bibir tanggul, dan masih dalam kategori aman. Akan tetapi warga tidak boleh lengah dan harus tetap waspada, karena debet air dapat meningkat tanpa diduga.

 

“Kita tidak tahu kondisi cuaca di wilayah hulu sungai. Bisa jadi disana hujan deras, sehingga debet air tentu akan meningkat. Untuk itu kita semua harus tetap waspada,” ujarnya.

 

Selain memberikan imbauan, Babinsa yang tinggal di kecamatan Karangawen ini juga memberikan sosialisasi tentang langkah pengamanan pertama apabila terjadi bencana. Yakni jangan panik, menyelamatkan diri dan tentunya melaporkan ke pihak terkait.